Weekly Gadgets

Find Us on Socials

Tuesday, August 25, 2026
+62351-749293
Materi

Mengenal Navigasi, Peta, dan Kompas

Peta dan Kompas. Foto-singletrackworld.com
20.2KViews

Salah satu materi yang diperkenalkan dalam Green Scout Adventure Rakasmada adalah tentang Navigasi. Materi Navigasi tentunya terkait erat dengan peta dan kompas. Berikut ini sedikit penjelasan awal tentang Navigasi, Peta, dan Kompas.

NAVIGASI adalah suatu teknik untuk menentukan kedudukan dan arah lintasan perjalanan secara tepat, atau dalam pengertian lain, Navigasi adalah suatu kegiatan mengontrol arah perjalanan baik di peta maupun di medan sebenarnya dengan tepat hingga sampai ke tujuan.

Pada awalnya, istilah navigasi dipakai dalam pelayaran maupun penerbangan, namun sekarang ini telah umum dipakai dalam pengembaraan di gunung, rimba, sungai, dan sebagainya. Orang yang bertanggung jawab dalam hal navigasi biasa disebut navigator.

Untuk dapat melakukan perjalanan di alam bebas kita hanya dibantu oleh peta, kompas, dan kemampuan berorientasi yaitu usaha memperkirakan / menentukan tempat kedudukan setepat mungkin dengan cara mengamati, mempelajari, mengenali keadaan sekitar selama perjalanan dilakukan.

Seperti halnya ada istilah bahwa, Peta dan Kompas serta kemampuan menggunakannya merupakan tiket ke manapun di alam bebas.

MENGENAL PETA
Peta merupakan gambaran sebagian atau keseluruhan permukaan bumi yang diproyeksikan ke dalam bidang datar dengan metode dan perbandingan tertentu.

Di Indonesia, peta yang lazim digunakan adalah peta keluaran Direktorat Geologi Bandung, lalu peta dari Jawatan Topologi, yang sering disebut sebagai peta AMS (American Map Service) dibuat oleh Amerika dan rata-rata dikeluarkan pada tahun 1960. Peta AMS biasanya berskala 1 : 50.000 dengan interval kontur (jarak antar kontur) 25 m.

Selain itu, ada peta keluaran Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional) yang lebih baru, dengan skala 1 : 50.000 atau 1 : 25.000 (dengan interval kontur 12,5 m). Yang lebih menarik, peta yang dikeluarkan oleh Bakosurtanal biasanya berwarna.

Klasifikasi PETA berdasarkan isinya :

  1. Peta Umum, yaitu peta yang memuat kenampakan-kenampakan umum, baik kenampakan fisis maupun kenampakan sosial ekonomi. Peta jenis ini meliputi :
    • Peta Topografi; yaitu peta yang berskala besar dan memuat keterangan yang umum.
    • Peta Chorografi; yaitu peta yang berskala sedang yang menggambarkan daerah yang luas, negara atau benua.
    • Peta Dunia; peta yang digambarkan dengan skala kecil dan meliputi seluruh dunia.
  2. Peta Khusus / Tematik; yaitu peta yang menggambarkan kenampakan-kenampakan yang khusus. Peta ini meliputi antara lain : peta militer, peta bintang, peta triangulasi, peta pariwisata, dll.

Klasifikasi PETA berdasarkan skalanya :

  1. Peta Kadaster = 1 : 100 sampai 1 : 5.000
  2. Peta berskala besar = 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000
  3. Peta berskala sedang = 1 : 250.000 sampai 1 : 500.000
  4. Peta berskala kecil = 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000
  5. Peta Geografi = 1 : 1.000.000 ke atas

Bagian-bagian Peta :

  1. Judul; menyatakan lokasi yang ditunjukkan oleh peta yang bersangkutan, biasanya terdapat diatas.
  2. Penerbit; menyatakan badan/lembaga yang menerbitkan/mengeluarkan peta.
  3. Nomor; sebagai nomor registrasi dari badan pembuat peta, juga berguna sebagai petunjuk bila kita memerlukan peta daerah lain di sekitar daerah yang terpetakan.
  4. Tahun; menyatakan waktu pembuatan peta, semakin baru tahun pembuatannya, maka data yang disajikan akan semakin akurat.
  5. Legenda; yaitu keterangan singkat mengenai simbol/tanda yang tercantum dalam sebuah peta, dibuat untuk memudahkan pembaca menganalisa peta.
  6. Skala/Kedar; yaitu perbandingan jarak antara dua titik tertentu pada peta dengan jarak sebenarnya di lapangan. Untuk menyatakan skala peta ada 3 cara yaitu :
    • skala angka/fraksi = 1 : 50.000
    • skala verbal/perkataan “satu sentimeter dibanding lima puluh ribu sentimeter”
  7. Koordinat, yaitu kedudukan suatu titik di peta. Secara teori, koordinat merupakan titik pertemuan antara absis dan ordinat. Koordinat ditentukan dengan menggunakan sistem sumbu, yakni perpotongan antara garis-garis yang tegak lurus satu sama lain. Sistem koordinat yang resmi dipakai ada dua macam yaitu :
    • Koordinat Geografis (Geographycal Coordinate), Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur timur) yang tegak lurus dengan garis khatulistiwa, dan garis lintang (lintang utara dan lintang selatan) yang sejajar dengan garis khatulistiwa. Koordinat geografis dinyatakan dalam satuan derajat, menit dan detik.

      Pada peta Bakosurtanal, biasanya menggunakan koordinat geografis sebagai koordinat utama. Pada peta ini, satu kotak (atau sering disebut satu karvak) lebarnya adalah 3,7 cm. Pada peta skala 1 : 25.000, satu karvak sama dengan 30 detik (30”), dan pada peta skala 1 : 50.000, satu karvak sama dengan 1 menit (60”).

      Contoh : 114°34’10” BT atau 05°15’17” LS

    • Koordinat Grid (Grid Coordinate atau UTM), Dalam koordinat grid, kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak setiap titik acuan.Untuk wilayah Indonesia, titik acuan berada disebelah barat Jakarta (06° LU, 98° BT). Garis vertikal diberi nomor urut dari selatan ke utara, sedangkan horizontal dari barat ke timur.

      Sistem koordinat grid mengenal penomoran 4 angka, 6 angka dan 8 angka. Pada peta AMS, biasanya menggunakan koordinat grid. Satu karvak sebanding dengan 2 cm. Karena itu untuk penentuan koordinat grid 4 angka, dapat langsung ditentukan. Penentuan koordinat grid 6 angka, satu karvak dibagi terlebih dahulu menjadi 10 bagian (per 2 mm). Sedangkan penentuan koordinat grid 8 angka dibagi menjadi 10 bagian (per 1 mm).

  8. Kontur; yaitu garis khayal yang menghubungkan titik-titik yang berketinggian sama dari permukaan laut atau garis bayangan/imajinasi dari rangkaian titik-titik di lapangan yang mempunyai nilai ketinggian/elevasi yang sama.

    Karakteristik Garis Kontur Ketinggian :

    • Garis kontur ketinggian yang lebih rendah selalu mengelilingi garis kontur yang lebih tinggi.
    • Garis kontur ketinggian tidak akan saling berpotongan dan tidak bercabang.
    • Garis kontur ketinggian merupakan kurva tertutup sehingga tidak akan ada yang terputus.
    • Garis kontur ketinggian pada daerah landai/datar akan tergambar renggang/berjauhan sebaliknya garis kontur di daerah curam/terjal akan tergambar rapat.
    • Garis kontur ketinggian yang ujungnya melengkung keluar menjauhi puncak berbentuk “U” menggambarkan punggungan.
    • Garis kontur ketinggian yang ujungnya melengkung kedalam mendekati puncak berbentuk “∩” menggambarkan lembah.
    • Garis kontur ketinggian untuk daerah yang cekung digambarkan garis berbulu.
    • Garis kontur ketinggian antara digambarkan dengan garis terputus-putus.
    • Perbedaan ketinggian antara dua garis kontur yang berurutan (interval kontur) merupakan bilangan tetap.
    • Interval kontur sama dengan skala peta dibagi 2000. Rumus ini tidak berlaku apabila peta tersebut telah di fotocopy perbesar atau perkecil. Jadi cara yang paling mudah mencari interval kontur adalah selisih antara dua indeks kontur yang berdekatan dibagi spasinya adalah harga interval kontur.

MENGENAL KOMPAS
Kompas adalah alat penunjuk arah. Kompas sudah dikenal sejak 900 tahun yang lalu, dengan bukti ditemukannya kompas kuno yang dipakai pejuang China sekitar tahun 1100 M.

Karena sifat kemagnetannya, jarum kompas selalu menunjukkan arah utara dan selatan (jika tidak dipengaruhi oleh adanya gaya-gaya magnet lainnya selain magnet bumi). Arah yang ditunjuk oleh jarum kompas adalah kutub utara magnetis bumi yang letaknya tidak bertepatan dengan kutub utara bumi, kira-kira di sebelah utara Kanada, di jazirah Boothia sekitar 1400 mil atau sekitar 2250 km. Untuk keperluan praktis, utara peta, utara sebenarnya, dan utara kompas/magnetis biasanya dianggap sama.

Pengelompokan KOMPAS menurut kegunaan dan fungsinya:

  1. Kompas Orientasi, yaitu jenis kompas yang digunakan untuk orientasi dalam suatu perjalanan (orientering). Contohnya kompas silva.
  2. Kompas Bidik, yaitu kompas yang digunakan untuk membidik objek serta arah yang akan kita lalui. Contohnya Kompas Prisma. – Kompas Geologi, yaitu kompas yang digunakan untuk menentukan arah serta kemiringan dalam pekerjaan geologi. Contoh .Kompas Geologi.

Bagian –bagian kompas :

  1. Badan/Body kompas yaitu tempat melekatnya komponen-komponen kompas.
  2. Jarum Kompas Selalu menunjuk arah utara-selatan pada posisi bagaimanapun (dengan syarat tidak dipengaruhi oleh medan magnet lain dan jarum tidak terhambat perputarannya.)
  3. Skala kompas, menunjukkan pembagian derajat sistem mata angin.

Cara Penggunaan kompas :
Pada prinsipnya, dalam menggunakan kompas, yang perlu diperhatikan adalah kompas harus horizontal, maka pembacaan skala peta melalui garis fisir, sedangkan pada kompas orienteering (misal kompas silva) yang paling penting diperhatikan adalah Utara Kompas harus sejajar dengan Utara peta.

Adapun hal yang perlu menjadi perhatian kita dalam menggunakan kompas, adalah adanya kesalahan pada sudut bacaan kompas, penyebab dari kesalahan ini antara lain :

  1. Karena benturan dengan benda keras.
  2. Cairan yang terdapat dalam tabung kompas membeku (pengaruh waktau atau cuaca), sehingga jarum atau piringan kompas tidak bergerak bebas.
  3. Ada kesalahan indeks yaitu penunjuk indeks skala bacaan kompas tidak segaris lurus dengan garis penunjuk arah bacaan.
  4. Garis penunjuk arah bacaan tidak segaris lurus dengan pisir/garis rambut pembidik objek.

Dalam menggunakan kompas, sebaiknya kita juga memperhatikan beberapa hal ini,

  1. Jauhkanlah dari benda-benda yang mengandung unsur logam seperti golok / parang, pisau, gunting, victorinoks, dll
  2. Jauhkan dari benda-benda elektronik seperti : TV, jam tangan, walkman, dll.
  3. Penggunaan Kompas dilarang saling berdekatan

Itulah materi dasar dalam Mengenal Navigasi, Peta, dan Kompas. Selanjutnya dalam artikel terpisah kita akan bahas beberapa Teknik tentang Peta dan Kompas. (Ach)

ads_rakasmada
RakaSmada
the authorRakaSmada
Rakasmada merupakan akronim dari Pramuka Smadangawi yang mempunyai Ambalan bernama Raden Mas Soerjo – Raden Ajeng Kartini. Guguspdepan RakaSmada adalah 02 079 dan 02 080 yang masuk dalam wilayah Kwartir Ranting Geneng, Kwartir Cabang Ngawi, dan Kwartir Daerah Jawa Timur.

2 Comments

Leave a Reply